METODE
PELAYANAN PADA BIMBINGAN KONSELING dan CONTOH KASUS
Kata Pengantar
Segala puji marilah kita panjatkan
kehadirat Ilahi Robbi atas berkat rahmat-Nya lah penulis dapat menyelesaikan
makalah ini, sholawat serta salam juga tidak lupa kita haturkan kepada
junjungan kita Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman kita dalam kehidupan.
Penulis mengucapkan banyak – banyak terima kasih kepada
semua pihak yang terlibat dalam pembuatan makalah ini. Dan juga ucapan terima
kasih khusus kepada dosen mata kuliah “ bimbingan konseling “ Ibu Nia
Roistika,M.Pd yang senantiasa membimbing kami dalam pembuatan makalah ini
sampai selesai.
Penulis berharap semoga makalah
profesi kependidikan dengan materi “ Pelayanan Bimbingan Konseling “ ini
menjadi sebuah bacaan yang bermanfaat bagi pembaca umumnya dan penulis
khususnya.
Penulis tentunya mengharapkan kritik dan saran yang
bermanfaat guna menyempurnakan makalah – makalah selanjutnya. Semoga ini dapat
bermanfaat bagi semua. Amin.
PemulutanBarat, 8 Desember 2015
Daftar Isi
Sampul Makalah .................................................................. 1
Kata Pengantar .................................................................... 2
Daftar Isi ............................................................................. 3
Bab I pendahuluan
A. Latar Belakang .................................................................... 4
B. Rumusan Masalah ............................................................... 4
C. Tujuan Perumusan Masalah ................................................. 4
Bab II PEMBAHASAN
A. Metode Pelayanan BK ........................................................ 5
B. Contoh kasus pelayanan BK................................................ 11
Bab III PENUTUP
A. Daftar Isi ............................................................................. 21
Daftar Pustaka ..................................................................... 22
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang Masalah
Kita mengenal konsep bimbingan
belajar sebagai sebuah lembaga tempat siswa-siswa
memperdalam pengetahuan/pelajaran sekolah. Menurut A J Jones, bimbingan belajar
merupakan suatu proses pemberian bantuan seseorang pada orang lain dalam
menentukan pilihan dan pemecahan masalah dalam kehidupannya. Sedangkan menurut
L D Crow dan A Crow, bimbingan belajar merupakan suatu bantuan yang dapat
diberikan oleh seseorang yang telah terdidik pada orang lain yang mana usianya
tidak ditentukan untuk dapat menjalani kegiatan dalam hidupnya. Jadi, bimbingan
belajar adalah suatu bentuk kegiatan dalam proses belajar yang dilakukan oleh
seseorang yang telah memiliki kemampuan lebih dalam banyak hal untuk diberikan
kepada orang lain yang mana bertujuan agar orang lain dapat menemukan
pengetahuan
baru yang belum dimilikinya serta dapat diterapkan dalam kehidupannya.
1.2 Tujuan Masalah
a.
Mengerti
dan memahami metode layanan konseling
b. Dapat memberikan contoh kasus pada
layanan konseling
BAB II
PEMBAHASAN
Metode merupakan suatu jalur atau jalan yang harus dilalui
untuk pencapaian suatu tujuan, karena kata metode berasal dari meta berarti
memalui dan hodos berarti jalan. Balam bimbingan dan konselin bisa dikatakan
sebagai suatu cara tertentu yang digunakan dalam proses bimbingan dan
konseling. Secara umum ada dua metode dalam pelayanan bimbingan dan konseling,
yaitu pertama, metode bimbingan individual, dan kedua,metode bimbingan kelompok
. Metode bimbingan kelompok di kenal juga dengan bimbingan (group guidance)
sedangkan metode bimbingan individual dikenal dengan individual konseling.
Seperti
telah disebutkan dalam pembahasan di atas bahwa konseling merupakan salah satu
teknik bimbingan. Melalui metode ini upaya pemberian bantuan diberikan secara
individual dan langsung bertatap muka (berkomunikasi) antara pembimbing (
konselor ) dengan siswa (klien). Dengan perkataan lain pemberian bantuan
diberikan dilakukan melalui hubungan yang bersifat face to face relationship
(hubungan empat mata), yang dilaksanakan dengan wawancara antara (pembimbing)
konselor dengan siswa( klien).Masalah – masalah yang dipecahkan melalui teknik
konseling, adalah masalah – masalah yang bersifat pribadi.
Dalam konseling individual, konselor dituntut untuk mampu bersikap penuh simpati dan empati. Simpati ditunjukan oleh konselor melalui sikap turut merasakan apa yang sedang dirasakan oleh klien (siswa). Sedangkan empari adalah usaha konselor menempatkan diri dalam situasi diri klien dengan segala masalah – masalah yang dihadapinya. Keberhasilan konselor bersimpati dan berempati akan memberikan kepercayaan yang sepenuhnya kepada konselor. Keberhasilan bersimpati dan berempati dari konselor juga akan sangat membantu keberhasilan proses konseling.
Apabila merajuk kepada teori – teori konseling, setidaknya ada tiga cara konseling yaitu:
Dalam konseling individual, konselor dituntut untuk mampu bersikap penuh simpati dan empati. Simpati ditunjukan oleh konselor melalui sikap turut merasakan apa yang sedang dirasakan oleh klien (siswa). Sedangkan empari adalah usaha konselor menempatkan diri dalam situasi diri klien dengan segala masalah – masalah yang dihadapinya. Keberhasilan konselor bersimpati dan berempati akan memberikan kepercayaan yang sepenuhnya kepada konselor. Keberhasilan bersimpati dan berempati dari konselor juga akan sangat membantu keberhasilan proses konseling.
Apabila merajuk kepada teori – teori konseling, setidaknya ada tiga cara konseling yaitu:
- Directive
counseling
- Non
derective counseling
- Ecleretive
counseling.
Banyak
teori – teori konseling yang melandasi praktik konseling; antara lain: teori
konseling psikoanalisasi (freud), teori konseling Ego(Adler,Jung dan
fromm), teori konseling psikologi individual (Adler), teori konseling
analisasi transaksional (Berne), teori konselingself (rogers), teori
konseling gestal (perls), teori konseling behavioral (skinner), teori
konseling realitaas (glasser), teori konseling relational emotive
(Ellis),teori konseling logo therapy (frankl), teori konseling Islam,
dan lain – lain. Agar lebih jelasnya cara konseling diatas dapat di perincikan
sebagai berikut:
1. Konseling direktif (direktive
counseling)
Konseling
yang menggunakan metode ini, dalam prosesnya yang aktif atau paling berperan
adalah konselor. Dalam praktiknya konselor berusaha mengarahkan klien sesuai
dengan masalahnya. Selain itu, konselor juga memberikan saran, anjuran dan
nasihat kepada klien. Praktik konseling yang dilakukan oleh para penganut teori
behavioral counseling umumnya menerapkan cara – cara di atas dalam
konselingnya. Karena praktik yang demikian, konseling ini juga dikenal dengan
konseling yang berpusat pada konselor.
Praktik
konseling direktif mendapat kritik terutama dari para penganut paham bahwa
tujuan utama dalam konseling adalah kemandirian klien ( siswa ). Apabila klien
masih dinasihati dan diarahkan berarti belum mandiri; sehingga tujuan utama
konseling belum tercapai. Oleh sebab itu, para penganut paham ini menganjurkan
konseling yang berpusat pada siswa ( client centered ).
2. Konseling nondirektif ( non –
directive counseling )
Seperti
telah di sebutkan diatas, konseling nondirektif atau konseling yang berpusat
pada siswa muncul akibat kritik terhadap konseling direktif ( konseling
berpusat pada konselor). Konselor nondirektif di kembangkan berdasarkan teori
client centered ( konseling yang berpusat pada klien atau siswa ). Dalam
praktik konseling nondirektif, konselor hanya menampung pembicaraan, yang
berperan adalah konselor. Klien atau konseli bebas berbicara sedangkan konselor
menampung dan mengarahkan. Metode ini tertentu sulit di terapkan kepada
kepribadian tertutup ( introvert ), karena klien ( siswa ) dengan kepribadian
tertutup biasanya pendiam dan sulit diajak bicara. Cara ini juga belum bisa
diterapkan secara efektif untuk murid sekolah dasar dan dalam keadaan siswa
SMP. Metode ini bisa diterapkansecara efektif untuk siswa SMA dan mahasiswa di
perguruan tinggi.
3.
Konseling Eklektif ( Eclective counseling)
Kenyataan
bahwa semua teori cocok untuk semua individu, semua masalah siswa, dan semua
situasi konseling. Siswa disekolah atau di madrasah memiliki tipe – tipe
kepribadian yang tidak sama. Oleh sebab itu, tidak mungkin di terapkan metode
konseling direktif saja atau non direktif saja. Agar konseling berhasil secara
efektif dan efesien, tertentu harus melihat siapa siswa ( klien ) yang akan di
bantu atau di bombing dan melihat masalah yang dihadapi siswa dan melihat
situasi konseling. Apabila terhadap siswa tertentu tidak bisa di terapkan
metode derektif, maka mungkin bisa diterapkan metode nondirektif begitu juga
sebaliknya. Atau apabila mungkin adalah dengan cara menggabungkan kedua metode
di atas. Penggabungan kedua metode konaseling di atas disebut metode aklaktif (
eclective counseling). Penerapan metode dalam konseling adalah dalam keadaan
tertentu konselor menasihati dan mengarahkan konseli ( siswa ) sesuai dengan
masalahnya, dan dalam keadaan yang lain konselor memberikan kebebasan kepada
konseli ( siswa ) untuk berbicara sedangkan konselor mengarahkan saja.
b. Metode Bimbingan Kelompok
Cara
ini dilakukan untuk membantu siswa (klien) memecahkan masalah melalui
kegiatan kelompok. Masalah yang dipecahkan bersifat kelompok, yaitu yang
disarankan bersama oleh kelompok (beberapa orang siswa) atau bersifat
individual atau perorangan, yaitu masalah yang disarankan oleh individu
(seorang siswa) sebagai anggota kelompok.
Penyelenggaraan bimbingan kelompok antara lain dimaksudkan untuk mengatasi masalah bersama atau individu yang menghadapi masalah dengan menempatkanya dalaam kehidupan kelompok. Beberapa jenis metode bimbingan kelompok adalah:
Penyelenggaraan bimbingan kelompok antara lain dimaksudkan untuk mengatasi masalah bersama atau individu yang menghadapi masalah dengan menempatkanya dalaam kehidupan kelompok. Beberapa jenis metode bimbingan kelompok adalah:
- Program
Home Room
- Karyawisata
- Diskusi
kelompok
- Kegiatan
Kelompok
- Organisasi
Siswa
- Sosiodrama
- Psikodrama
- Pengajaran
Remedial
Metode-metode
diatas biasanya sering dilakukan dalam pelaksanaan kegiatan bimbingan dan
konseling dimana terdapat pemimpin kelompok (Leader) dan anggota kelompok yang
menggunakan dinamika kelompok. Metode-metode diatas dapat di jelaskan yaitu
sebagai berikut:
- Program
Home Room
Program
ini dilakukan dilakukan di luar jam perlajaran dengan menciptakan kondisi
sekolah atau kelas seperti di rumah sehingga tercipta kondisi yang bebas dan
menyenangkan. Dengan kondisi tersebut siswa dapat mengutarakan perasaannya
seperti di rumah sehingga timbul suasana keakraban. Tujuan utama program ini
adalah agar guru dapat mengenal siswanya secara lebih dekat sehingga dapat
membantunya secara efsien.
- Karyawisata
Karyawisata
dilaksanakan dengan mengunjungi dan mengadakan peninjauan pada objek-objek yang
menarik yang berkaitan dengan pelajaran tertentu. Mereka mendapatkan informasi
yang mereka butuhkan. Hal ini akan mendorong aktivitas penyesuaian diri,
kerjasama, tanggung jawab, kepercayaan diri serta mengembangkan bakat dan cita-cita.
Penggunaan
karyawisata untuk maksud membantu siswa mengumpulkan informasi dan
mengembangkan sikap-sikap yang positif, menghendaki siswa berpartisipasi secara
penuh baik dalam persiapan maupun pelaksanaan berbagai kegiatan terhadap objek
yang dikunjungi. Kegiatan karyawisata dapat dilakukan di berbagai lapangan
lapangan. Untuk itu, perlu dibuat variasi objek-objek yang akan dikunjungi dari
waktu ke waktu. Hal ini dimaksudkan untuk memungkinkan siswa-siswa mempunyai
kesempatan mengenal banyak objek yang berbeda. Kunjungan yang bervariasi itu
merupakan salah satu cara untuk memperluas minat dan mengembangkan sikap-sikap
yang konstruktif.
- Diskusi
kelompok
Diskusi
kelompok merupakan suatu cara di mana siswa memperoleh kesempatan untuk
memecahkan masalah secara bersama-sama. Setiap siswa memperoleh kesempatan
untuk mengemukakan pikirannya masing-masing dalam memecahkan suatu masalah.
Dalam memlakukan diskusi siswa diberi peran-peran tertentuseperti pemimpin
diskusi dan notulis dan siswa lain menjadi peserta atau anggota. Dengan
demikian akan timbul rasa tanggung jawab dan harga diri.
- Kegiatan
Kelompok
Kegiatan
kelompok dapat menjadi suatu teknik yang baik dalam bimbingan, karena kelompok
dapat memberikan kesempatan pada individu (para siswa) untuk berpartisipasi
secara baik. Banyak kegiatan tertentu yang lebih berhasil apabila dilakukan
secara kelompok. Melalui kegiatan kelompok dapat mengembangkan bakat dan
menyalurkan dorongan-dorongan tertentu dan siswa dapat menyumbangkan
pemikirannya. Dengan demikian muncul tanggung jawab dan rasa percaya diri.
- Organisasi
Siswa
Organisasi
siswa khususnya di lingkungan sekolah dan madrasah dapat menjadi salah satu
teknik dalam bimbingan kelompok. melalui organisasi siswa banyak
masalah-masalah siswa yang baik sifatnya individual maupun kelompok dapat
dipecahkan. Melalui organisasi siswa, para siswa memperoleh kesempatan mengenal
berbagai aspek kehidupan sosial. Mengaktifkan siswa dalam organisasi siswa
dapat mengembangkan bakat kepemimpinan dan memupuk rasa tanggung jawab serta
harga diri siswa.
Kegiatan
organisasi siswa mialnya OSIS sangat membantu proses pembentukan anak, baik
secara pribadi maupun sebagai anggota masyarakat. Kemampuan pribadi dapat
dikembangkan dengan baik, kesiapan sebagai anggota kelompok atau masyarakat
dapat dikembangkan dengan baik pula.
- Sosiodrama
Sosiodrama
dapat digunakan sebagai salah satu cara bimbingan kelompok. sosiodrama
merupakan suatu cara membantu memecahkan masalah siswa melalui drama. Masalah
yang didramakan adalah masalah-masalah sosial. Metode ini dilakukan melalui
kegiatan bermain peran. Dalam sosiodrama, individu akan memerankan suatu peran
tertentu dari situasi masalah sosial.
Pemecahan
masalah individu diperoleh melalui penghayatan peran tentang situasi masalah
yang dihadapinya. Dari pementasan peran tersebut kemudian diadakan diskusi
mengenai cara-cara pemecahan masalah.
Teknik
sosiodrama adalah suatu cara dalam bimbingan yang memberikan kesempatan pada
murid-murid untuk mendramatisasikan sikap, tingkah laku atau penghayatan
seseorang seperti yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat.
Maka dari itu, sosiodrama dipergunakan dalam pemecahan masalah-masalah sosial
yang mengganggu belajar dengan kegiatan drama sosial.
- Psikodrama
Hampir
sama dengan sosiodrama. Psikodrama adalah upaya pemecahan masalah melalui
drama. Bedanya adalah masalah yang didramakan. Dalam sosiodrama masalah yang
diangkat adalah masalah sosial, akan tetapi pada psikodrama yang didramakan
adalah masalah psikis yang dialami individu.
- Pengajaran
Remedial
Pengajaran
remedial (remedial teaching) merupakan suatu bentuk pembelajaran yang diberikan
kepada seorang atau beberapa orang siswa untuk membantu kesulitan belajar yang
dihadapinya. Pengajaran remedial merupakan salah satu teknik pemberian
bimbingan yang dapat dilakukan secara individu maupun kelompok tergantung
kesulitan belajar yang dihadapi oleh siswa.
2.1
Jenis-Jenis Pelayanan Bimbingan dan Konseling Dan Contoh
Kasus
- Layanan
Orientasi; layanan yang memungkinan
peserta didik memahami lingkungan baru, terutama lingkungan sekolah dan
obyek-obyek yang dipelajari, untuk mempermudah dan memperlancar
berperannya peserta didik di lingkungan yang baru itu, sekurang-kurangnya
diberikan dua kali dalam satu tahun yaitu pada setiap awal semester.
Tujuan layanan orientasi adalah agar peserta didik dapat beradaptasi dan
menyesuaikan diri dengan lingkungan baru secara tepat dan memadai,
yang berfungsi untuk pencegahan danpemahaman.
Contoh: pada
tahun ajaran baru, di suatu sekolah menerima 5 kelas murid baru, tugas konselor
sekolah disini ialah, memberikan pemahaman kepada mereka agar mereka bisa
beradaptasi terhadap lingkungan yang baru. Baik lingkungan fisik maupun
lingkungan sosial. Misalnya harus menyesuaikan diri dengan teman-teman baru,
guru baru, mata pelajaran baru, serta peraturan-peraturan yang ada di sekolah
yang baru tersebut.
- Layanan Informasi; layanan
yang memungkinan peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi
(seperti : informasi belajar, pergaulan, karier, pendidikan lanjutan).
Tujuan layanan informasi adalah membantu peserta didik agar dapat
mengambil keputusan secara tepat tentang sesuatu, dalam bidang pribadi,
sosial, belajar maupun karier berdasarkan informasi yang diperolehnya yang
memadai. Layanan informasi pun berfungsi untuk pencegahan dan pemahaman.
Contoh : Pada saat
siswa-siswa SMA kelas XII akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi
maupun dunia pekerjaan, tugas konselor sekolah disini ialah memberikan layanan
informasi tentang perguruan-perguruan tinggi yang hendak mereka pilih, serta
lapangan-lapangan pekerjaan yang tersedia untuk siswa-siswa tersebut. Hal ini
untuk memberikan pemahaman tentang rencana mereka setelah lulus SMA serta
mencegah terjadinya kesalahan dalam pemilihan jurusan, perguruan tinggi, serta
lapangan pekerjaan.
- Layanan
Pembelajaran; layanan yang memungkinan
peserta didik mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik dalam
penguasaan kompetensi yang cocok dengan kecepatan dan kemampuan dirinya
serta berbagai aspek tujuan dan kegiatan belajar lainnya, dengan tujuan
agar peserta didik dapat mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang
baik. Layanan pembelajaran berfungsi untuk pengembangan.
Contoh :
seorang anak mempunyai bakat menyanyi dia berusaha mengembangkan bakatnya
tersebut. dengan cara mengikuti audisi menyanyi.
- Layanan
Penempatan dan Penyaluran; layanan
yang memungkinan peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran di
dalam kelas, kelompok belajar, jurusan/program studi, program latihan,
magang, kegiatan ko/ekstra kurikuler, dengan tujuan agar peserta didik
dapat mengembangkan segenap bakat, minat dan segenap potensi lainnya.
Layanan Penempatan dan Penyaluran berfungsi untuk pengembangan.
Contoh :
siswa yang kurang mampu dalam mengikuti pelajaran, tetapi ia dalam mengikuti
kegiatan ekskul sangat bersemangat dan selalu mengikuti kegiatan dengan senang
hati, maka kita harus bisa membimbing dan membantunya agar ia dapat
mengeksplorasi diri dan dapat memilih dan mengetahui bakatnya.
- Layanan
Konseling Perorangan; layanan
yang memungkinan peserta didik mendapatkan layanan langsung tatap muka
(secara perorangan) untuk mengentaskan permasalahan yang dihadapinya dan
perkembangan dirinya. Tujuan layanan konseling perorangan adalah agar
peserta didik dapat mengentaskan masalah yang dihadapinya. Layanan
Konseling Perorangan berfungsi untuk pengentasan dan advokasi.
Contoh :
seorang anak yang memiliki permasalahan dirumah dan mengganggu dalam hal
prestasi yang ia miliki, dan hal itu membuat konselor sekolah tergeak untuk
memanggil ia secara pribadi untuk membantu siswa tersebut mengentaskan
masalahnya. Diruangan konseling tersebut, konselor tersebut mengadakan
pembicaraan 4 mata.
- Layanan
Bimbingan Kelompok; layanan
yang memungkinan sejumlah peserta didik secara bersama-sama melalui
dinamika kelompok memperoleh bahan dan membahas pokok bahasan (topik)
tertentu untuk menunjang pemahaman dan pengembangan kemampuan sosial,
serta untuk pengambilan keputusan atau tindakan tertentu melalui dinamika
kelompok, dengan tujuan agar peserta didik dapat memperoleh bahan dan
membahas pokok bahasan (topik) tertentu untuk menunjang pemahaman dan
pengembangan kemampuan sosial, serta untuk pengambilan keputusan atau
tindakan tertentu melalui dinamika kelompok. Layanan Bimbingan
Kelompok berfungsi untuk pemahaman dan Pengembangan.
Contoh :
konselor sekolah memiliki data tentang anak yang memiliki permasalahan yang
sama. Karena hal ini adalah salah satu tugasnya. Dan iapun memanggil anak-anak
yang memiliki permasalahan yang sama itu. Mereka membentuk satu lingkaran
disuau ruangan. Dari mereka satu persatu menjabarkan inti permasalahan yang ia
miliki. Dan mereka jugalah yang menemukan permasalahan mereka dan memecahkannya
secara bersama-sama. Dalam hal ini permasalahan mereka, penurunan nilai
pelajaran. Dan konselor yang membantu meluruskan.
- Layanan
Konseling Kelompok; layanan
yang memungkinan peserta didik (masing-masing anggota kelompok) memperoleh
kesempatan untuk pembahasan dan pengentasan permasalahan pribadi melalui
dinamika kelompok, dengan tujuan agar peserta didik dapat memperoleh
kesempatan untuk pembahasan dan pengentasan permasalahan pribadi melalui
dinamika kelompok. Layanan Konseling Kelompok berfungsi untuk
pengentasan dan advokasi.
Contoh : dalam
sekelompok siswa memiliki permasalahan yang berbeda. Dan mereka melingkar yang
didampingi oleh konselor. Mereka masing-masing berkenalan dan mulai
mengutarakan permasalahan mereka. Setelah semua menyampaikan permasalahan
masing-masing, dari mereka memberikan masukan pada teman-temannya. Dan konselor
teap mendampingi.
- Layanan Konsultasi,
yaitu layanan yang membantu peserta didik dan atau pihak lain dalam
memperoleh wawasan, pemahaman, dan cara-cara yang perlu dilaksanakan dalam
menangani kondisi dan atau masalah peserta didik.
Contoh :
pada saat seorang siswa mengalami kebimbangan dalam menentukan sesuatu, ia
mendatangi konselor untuk berkonsultasi dan meminta bantuan agar dapat
memberikan pencerahan terhadap kebimbangan yang dialaminya.
- Layanan
Mediasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik
menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki hubungan antar mereka.
Contoh:
konselor memanggil 2 siswa yang bermasalah keruangannya. Konselor mencari inti
permasalahan diantara mereka. Setelah konselor menarik kesimpulan dari
permasalahannya, maka konselor memberikan masukan agar mereka berdua dapat
rukun kembali.
BAB III
PENUTUP
a.
Kesimpulan
Dari penjelasan di atas dapat
disimpulkan bahwa bimbingan dan konseling ditujukan untuk membimbing dan mengarahkan
individu melalui usahanya sendiri untuk menentukan dan mengembangkan
kemampuannya agar memperoleh kebahagiaan pribadi serta bertujuan agar individu
dapat mengembangkan dirinya secara optimal/sesuai dengan potensi yang
dimilikinya.
b. Saran
b. Saran
Suatu kemampuan dapat berkembang secara optimal apabila mendapat bimbingan dan konseling yang terarah.
No comments:
Post a Comment